Ini Mimpimu
Yang
belum mampu engkau rengkuh
Namun
ternyata engkau harus mengaduh
Dan
pada suatu titik engkau pamit padaku
Untuk
kembali ke rumahmu rumah Penciptamu
Tidak
sampai lagi kini tanganmu menggapainya
Tidak
akan pernah lagi kakimu melangkahkannya
Dan
kini mimpi itu hanya sebuah bayang-bayang
Sepuluh
tahun sekiranya waktu berjalan
Remuk
redam jiwa yang merasa ketakutan
Atau
juga pedihnya sebuah luka pelepasan
Kini
mulai tertata dan menemui titik terang
Apa
ini tandanya impian itu telah engkau tularkan?
Di
dalam dadaku yang katamu adik tersayang
Apa
kini engkau telah menyaksikannya?
Bocah
kecil yang selalu engkau peluk manja
Hari
ini perlahan mulai meniti anak tangga
Begitu
terjal kerikil tajam dijakannya kawan
Kadang
pun aku dicemooh banyak orang
Hingga
olok-olokan mejadi sesuap santapan
Apa
mungkin ini karena otakku yang pas-pasan?
Atau
juga hidup kita yang berada digaris kemiskinan?
Katamu
ini adalah kisah anak tak berpunya
Yang
hanya bisa mengharapkan beasiswa
Dan
hanya niat dan bismillah yang ada
Juga
doa restu dari kedua orang tua
Dengan
beralas tikar keridhoan_Nya
Ya
Allah aku hanya ingin memetik bintang
Untuk
orang-orang yang aku sayang
Dan
seseorang yang telah bersemayam
~ Puisi ini tentang anak yang tak mampu lagi memperjuangkan ribuan bintang yang telah ada dalam genggamannya, karena sautu alasan PANGGILAN. Namun satu harapannya mulai ia semai dilubuk hati sang adik tercinta. Berharap menjadi bintang-bintang yang kelak dapat ia simpan

No comments:
Post a Comment