Thursday, August 30, 2018

Puisi 1



 Ini Mimpimu

Yang belum mampu engkau rengkuh

Namun ternyata engkau harus mengaduh

Dan pada suatu titik engkau pamit padaku

Untuk kembali ke rumahmu rumah Penciptamu

Tidak sampai lagi kini tanganmu menggapainya

Tidak akan pernah lagi kakimu melangkahkannya

Dan kini mimpi itu hanya sebuah bayang-bayang



Sepuluh tahun sekiranya waktu berjalan

Remuk redam jiwa yang merasa ketakutan

Atau juga pedihnya sebuah luka pelepasan

Kini mulai tertata dan menemui titik terang

Apa ini tandanya impian itu telah engkau tularkan?

Di dalam dadaku yang katamu adik tersayang



Apa kini engkau telah menyaksikannya?

Bocah kecil yang selalu engkau peluk manja

Hari ini perlahan mulai meniti anak tangga

Begitu terjal kerikil tajam dijakannya kawan

Kadang pun aku dicemooh banyak orang

Hingga olok-olokan mejadi sesuap santapan

Apa mungkin ini karena otakku yang pas-pasan?

Atau juga hidup kita yang berada digaris kemiskinan?



Katamu ini adalah kisah anak tak berpunya

Yang hanya bisa mengharapkan beasiswa

Dan hanya niat dan bismillah yang ada

Juga doa restu dari kedua orang tua

Dengan beralas tikar keridhoan_Nya

Ya Allah aku hanya ingin memetik bintang

Untuk orang-orang yang aku sayang

Dan seseorang yang telah bersemayam

~ Puisi ini tentang anak yang tak mampu lagi memperjuangkan ribuan bintang yang telah ada dalam genggamannya, karena sautu alasan PANGGILAN. Namun satu harapannya mulai ia semai dilubuk hati sang adik tercinta. Berharap menjadi bintang-bintang yang kelak dapat ia simpan

No comments:

Post a Comment

Jodoh

Bismillahirrahmanirrahiim.. J odoh dan perjodohan yang dilakukan oleh dua belah pihak orang tua.. Masih ing...