Sunday, July 14, 2019

Anak

 


Terhenyak aku oleh setiap sifat-sifat anak cucu adam, berbagai ras berbeda pula arah mimpi dan kodratnya. Mungkin seorang anak ada yang hanya ingin permen merah jambu milik temannya suatu hari nanti, ada juga seorang anak yang rela diam-diam melukai nilai kepercayaan hanya untuk memiliki satu dua teman karena sifatnya yang pendiam. Saya tidak menyalahkan seorang anak dengan sifatnya karena memang itu adalah kodrat dari Ilahi. Namun yang saya sayangkan mungkin cara saya, cara kami, cara lingkungannya yang pelan tetapi pasti mendidiknya dengan bicara, penglihatan maupun pencernaan yang belum sanggup ia terima. Seorang anak kecil itu tidak salah jika memang melakukan hal buruk dari peniruannya terhadap orang dewasa karena dalam mencerna ia akan selalu melihat sampul merah jambu tanpa mau mengais lembar demi lembar materi didalam buku. Seorang guru pernah mengucapkan pada murid-muridnya “janganlah engkau mengatakan hal buruk walau hanya sekecil guyonanan itu akan membekas pada batinnya.” Si murid mencernanya hingga ia dewasa karena dalam pembelajaran yang tidak tertera pada buku pelajaran tersebut umurnya masih belasan, mungkin belum cukup jika ia bisa dibilang seseorang yang akan mendengarkannya namun nyatanya kata-kata sederhana itu membekas, dan membentuk pribadi kecilnya. Selama ini bahkan dengan kata-kata itu ia tidak pernah memposisikan dirinya seorang anak dan ucapan-ucapan gurunya tersebut adalah piwulang untuk orang tuanya. Namun sebaliknya, ia masih sama sebagai anak namun ia selalu percaya kata-kata positif akan mengubah jati diri seorang anak tersebut. Ah, pengertiannya cukup rumit namun dia mengerti tanpa harus mendefinisi.
“Pujilah anak itu pintar walaupun apa yang dikerjakannya tidak seberapa bagi kita. Puji dia dengan kata-kata yang baik, puji dia maka pujian itu kelak yang akan membekas dilubuk hatinya terdalam.
Saya kagum dengan kata-kata berikutnya, pelan-pelan saya terapkan pada adik-adik sepupu saya, walaupun kesannya sangat sederhana namun nyatanya benar.
Bahkan waktu si kecil menciptakan mainannya sendiri dengan bateri dan hari berikutnya si kecil bersemangat sekali membuat mainannya kembali tetapi dengan model yang berbeda katanya lebih canggih. Si kecil girang bukan kepalang saat menunjukkannya padaku.
♀: Lagi ngapai dek?
♂: Lagi buat mainan mbak, bagus nggak?
adik kakak.jpg♀: Bagus, kamu pinter buatnya, mbak aja nggak bisa.



No comments:

Post a Comment

Jodoh

Bismillahirrahmanirrahiim.. J odoh dan perjodohan yang dilakukan oleh dua belah pihak orang tua.. Masih ing...